Berita Detil
Menampilkan berita dan
info
secara detil
10 . Juni . 2022
PPA Dukung PT IKI menjadi BUMN Galangan Kapal Terbaik di Indonesia

 

 

Wakatobi, 10 Juni 2022 – PT Perusahaan Pengelola Aset (“PPA”) memperoleh amanat melalui Surat Kuasa Khusus (SKK) dari Menteri BUMN untuk mengelola lebih dari 20 BUMN yang salah satunya ada PT Industri Kapal Indonesia (Persero) (“PT IKI”). Salah satu tujuan pemberian SKK adalah untuk melakukan turnaround BUMN agar lebih sehat dan mengembalikan core business BUMN tersebut sesuai dengan amanat pendiriannya.

 

Salah satu bukti peran PPA dalam menjalankan amanatnya untuk menjadikan PT IKI sebagai BUMN galangan kapal terbaik di Indonesia adalah rampungnya pembangunan kapal motor penumpang (KMP) Sultan Murhum II yang diresmikan oleh Presiden Jokowi bersama dengan tiga pelabuhan yang digagas oleh Kementerian Perhubungan di Kabupaten Wakatobi pada Kamis (9/6). Dalam acara tersebut, sejumlah pejabat hadir mendampingi Presiden, di antaranya Menteri Perhubungan RI Budi Karya Sumadi, pimpinan Komisi V DPR-RI, dan Gubernur Sulawesi Tenggara Ali Mazi.

 

Presiden Jokowi berharap beroperasinya Pelabuhan Penyeberangan Kaledupa, Pelabuhan Penyeberangan Binongko, Pelabuhan Penyeberangan Tomia, serta KMP Sultan Murhum II dapat memudahkan mobilitas masyarakat. Presiden juga meyampaikan apresiasinya atas komitmen PT IKI sebagai BUMN galangan kapal yang siap mendukung program tol laut dan program kemaritiman lainnya.

 

“Dengan beroperasinya pelabuhan dan kapal penyeberangan tersebut, aktivitas dan mobilitas masyarakat akan semakin mudah, utamanya untuk angkutan barang yang berkaitan dengan sembako. Konektivitas antar pulau-pulau di Wakatobi ini kita harapkan juga semakin baik,” kata Presiden.

 

Direktur Utama PPA Yadi Jaya Ruchandi mengatakan, “Peresmian KMP Sultan Murhum II merupakan bukti  bahwa PPA sebagai pemegang SKK menjalankan amanatnya untuk menjadikan PT IKI sebagai BUMN galangan terbaik di Indonesia. PPA selaku pemegang SKK berkomitmen untuk menghadirkan solusi yang inovatif dan aplikatif dalam mengelola BUMN”.

 

Direktur Utama PT IKI Diana Rosa mengatakan, “Sebagai BUMN Galangan Kapal yang berada di Wilayah Timur Indonesia (WTI), PT IKI berkomitmen untuk memberikan kontribusi terhadap kebutuhan transportasi air di WTI yang notabene terdiri dari banyak pulau, baik untuk angkutan penumpang maupun angkutan logistik. Beroperasinya kapal tersebut diyakini dapat menambah daya dukung pengembangan KSPN Wakatobi”.

 

KMP Sultan Murhum II akan melayani rute penyeberangan perintis Kamaru–Kaledupa–Tomia–Binongko yang merupakan deretan pulau di Kabupaten Wakatobi dengan frekuensi perjalanan empat kali dalam sepekan. KMP Sultan Murhum II memiliki kecepatan dinas 13 knot dan mampu mengangkut 262 penumpang, 16 truk sedang, dan 26 kendaraan kecil. KMP Sultan Murhum II dikerjakan oleh PT IKI atas pesanan Kementerian Perhubungan. Proyek senilai Rp39,3 miliar tersebut diselesaikan dalam waktu 16 bulan sejak September 2020.

 

“Sebagai bentuk sinergi dan pemberdayaan ekonomi lokal, KMP Sultan Murhum II memiliki tingkat komponen dalam negeri (TKDN) lebih dari 60%,” ungkap Diana.

 

Sebagai informasi, PT IKI saat ini merupakan perusahaan BUMN yang dititipkelolakan kepada PPA melalui Surat Kuasa Khusus dari Menteri BUMN. Dalam perjalanannya, PPA melakukan strategi turnaround melalui pembenahan dan transformasi untuk menjadikan PT IKI sebagai BUMN galangan kapal terbaik dengan model bisnis yang berkelanjutan, sehingga dapat menjadi mitra strategis di bidang transportasi yang memberikan kontribusi bagi perekonomian nasional.

 

Tentang PT Perusahaan Pengelola Aset

PPA merupakan National Asset Management Company (NAMCO) yang berperan menjadi instrumen strategis pemerintah dalam meningkatkan nilai BUMN melalui restrukturisasi dan revitalisasi BUMN, pengelolaan NPL perbankan, serta solusi inovatif dan efektif Special Situations Fund (SSF).

 

PPA selaku penerima SKK atas 21 BUMN telah melakukan berbagai skema restrukturisasi yang komprehensif dengan melakukan beberapa kajian, termasuk di antaranya, kajian mengenai prospek usaha, kemampuan perusahaan, kekuatan keuangan, persepsi pasar, keunggulan kompetitif, serta dampak sosial guna merumuskan roadmap penanganan dan menentukan solusi penyelesaian terhadap perusahaan BUMN Titip Kelola. dengan mengedepankan tata kelola yang baik sesuai dengan peraturan perundangan yang berlaku.