KEGIATAN
• 24 October 2026
• Oleh: Tim Humas PT IKI
• 3 dilihat
MAKASSAR, 26 OKTOBER 2026 – Dalam rangka memperingati Hari Ulang Tahun (HUT) ke-49, PT Industri Kapal Indonesia (Persero) atau PT IKI berkolaborasi dengan PT Pelabuhan Indonesia (Persero) Regional 4 Makassar menggelar Focus Group Discussion (FGD) strategis bertema "Tindak Lanjut Mitigasi Keselamatan Pelayaran". Kegiatan ini digelar di Ruang Rapat Pelindo Regional IV Lantai 7, Makassar, pada Senin (26/10/2026).
Kolaborasi ini menjadi cerminan sinergi BUMN kepelabuhanan dan industri galangan perkapalan dalam membangun ekosistem maritim yang tangguh, aman, dan berdaya saing, khususnya di kawasan timur Indonesia.
Forum diskusi strategis ini dihadiri oleh lintas instansi maritim dan akademisi, antara lain Kantor Kesyahbandaran dan Otoritas Pelabuhan (KSOP) Utama Makassar, Distrik Navigasi (Disnav) Tipe A Makassar, Biro Klasifikasi Indonesia (BKI) Cabang Makassar, PT Pelabuhan Indonesia (Persero) Regional 4, PT Pelindo Jasa Maritim, Universitas Hasanuddin (Unhas), Basarnas Makassar, SAR Unhas, serta operator pelayaran nasional seperti PT ASDP Indonesia Ferry (Persero), PT Dharma Lautan Utama (DLU), dan perwakilan agen pelayaran Pertamina Trans Kontinental.
Sinergi Empat Pilar untuk Menekan Angka Kecelakaan Laut
FGD yang dimoderatori oleh akademisi Universitas Hasanuddin, Dr. Ir. Firman, menyoroti pentingnya keterpaduan Empat Pilar Keselamatan Pelayaran, yaitu:
3. Awak Kapal (Crew): Pelaksana teknis pelayaran yang kompeten dan memahami kondisi perairan.
4. Pengguna Jasa (Masyarakat): Pihak yang mematuhi tata tertib keselamatan selama pelayaran.
Guru Besar Teknik Perkapalan Unhas, Prof. Daeng Paroka, Ph.D, menekankan bahwa keselamatan pelayaran merupakan tanggung jawab bersama yang membutuhkan edukasi berkelanjutan dan mitigasi komprehensif, termasuk penerapan kriteria stabilitas modern (second criteria of stability) serta tindak lanjut rekomendasi investigasi Komite Nasional Keselamatan Transportasi (KNKT).
Komitmen PT IKI (Persero) dalam Menjamin Kelaiklautan dan Stabilitas Kapal
Dalam forum tersebut, Sekretaris Perusahaan PT IKI (Persero), Rendra Jastika, menegaskan bahwa industri galangan kapal memegang peran krusial di hulu rantai keselamatan transportasi laut. Melalui fasilitas galangan yang mumpuni, PT IKI menerapkan prosedur pemeliharaan dan perbaikan (harkan) yang ketat dan terstandarisasi.
"Bagi PT IKI (Persero), keselamatan adalah prioritas tertinggi tanpa kompromi. Seluruh siklus perbaikan—mulai dari survei pra-docking, joint survey bersama BKI dan Marine Inspector KSOP, proses docking dan pengganjalan kapal yang memperhitungkan stabilitas presisi, hingga uji kelaikan sebelum undocking—dijalankan dengan standar mutu ketat. PT IKI terus memperkuat sinergi aktif dengan regulator dan operator agar setiap kapal yang kembali ke lintasan pelayaran benar-benar dalam kondisi prima dan andal," tegas Rendra Jastika.
PT IKI juga membuka ruang kolaborasi untuk pendampingan teknis (service running) dan pemeriksaan berkala sebelum kapal memasuki masa docking tahunan guna mencegah potensi keterlambatan operasional armada.
Isu Muatan Khusus (EV), Pengawasan Navigasi, dan Digitalisasi
Beberapa poin rekomendasi penting yang mengemuka dalam sesi diskusi antara lain:
3. Pengawasan Navigasi Elektronik: Distrik Navigasi Makassar menegaskan kewajiban pengaktifan Automatic Identification System (AIS) oleh kapal serta optimalisasi pemantauan pergerakan armada melalui aplikasi E-Motion dan layanan pemanduan Vessel Traffic Service (VTS/PTS) dalam radius 30 mil laut dari pelabuhan.
4. Peningkatan Konektivitas & Tanggap Darurat: Pemanfaatan fasilitas internet satelit untuk komunikasi darurat kapal dengan Basarnas dan pemanduan, serta latihan berkala (drilling exercise) lintas instansi sesuai mandat International Safety Management (ISM) Code.
Langkah Tindak Lanjut
Sebagai bentuk keberlanjutan hasil FGD, seluruh pemangku kepentingan sepakat membentuk forum komunikasi terpadu guna mempererat koordinasi operasional di lapangan, khususnya dalam memastikan kesiapan armada dan keselamatan penumpang menjelang periode puncak angkutan Natal dan Tahun Baru (Nataru).
Melalui inisiatif ini, PT IKI (Persero) bersama seluruh ekosistem maritim Sulawesi Selatan menegaskan komitmennya untuk terus mendukung terciptanya ekosistem pelayaran nasional yang aman, nyaman, dan berdaya saing tinggi menuju target Zero Accident.
Tentang PT Industri Kapal Indonesia (Persero):
PT Industri Kapal Indonesia (Persero) atau PT IKI merupakan Badan Usaha Milik Negara (BUMN) galangan kapal terbesar di kawasan timur Indonesia yang berpusat di Makassar, Sulawesi Selatan, dengan cabang di Bitung, Sulawesi Utara. PT IKI bergerak di bidang pembangunan kapal baru, pemeliharaan dan perbaikan kapal (ship repair & maintenance), serta rekayasa industri maritim dengan mengedepankan kualitas, kepatuhan regulasi keselamatan, dan ketepatan waktu.
Kolaborasi ini menjadi cerminan sinergi BUMN kepelabuhanan dan industri galangan perkapalan dalam membangun ekosistem maritim yang tangguh, aman, dan berdaya saing, khususnya di kawasan timur Indonesia.
Forum diskusi strategis ini dihadiri oleh lintas instansi maritim dan akademisi, antara lain Kantor Kesyahbandaran dan Otoritas Pelabuhan (KSOP) Utama Makassar, Distrik Navigasi (Disnav) Tipe A Makassar, Biro Klasifikasi Indonesia (BKI) Cabang Makassar, PT Pelabuhan Indonesia (Persero) Regional 4, PT Pelindo Jasa Maritim, Universitas Hasanuddin (Unhas), Basarnas Makassar, SAR Unhas, serta operator pelayaran nasional seperti PT ASDP Indonesia Ferry (Persero), PT Dharma Lautan Utama (DLU), dan perwakilan agen pelayaran Pertamina Trans Kontinental.
Sinergi Empat Pilar untuk Menekan Angka Kecelakaan Laut
FGD yang dimoderatori oleh akademisi Universitas Hasanuddin, Dr. Ir. Firman, menyoroti pentingnya keterpaduan Empat Pilar Keselamatan Pelayaran, yaitu:
- 1. Regulator (Pemerintah): Penyusun regulasi, standarisasi, dan pengawasan kelaiklautan.
3. Awak Kapal (Crew): Pelaksana teknis pelayaran yang kompeten dan memahami kondisi perairan.
4. Pengguna Jasa (Masyarakat): Pihak yang mematuhi tata tertib keselamatan selama pelayaran.
Guru Besar Teknik Perkapalan Unhas, Prof. Daeng Paroka, Ph.D, menekankan bahwa keselamatan pelayaran merupakan tanggung jawab bersama yang membutuhkan edukasi berkelanjutan dan mitigasi komprehensif, termasuk penerapan kriteria stabilitas modern (second criteria of stability) serta tindak lanjut rekomendasi investigasi Komite Nasional Keselamatan Transportasi (KNKT).
Kepala BKI Cabang Makassar, Sulasman, memaparkan data evaluasi keselamatan maritim yang menunjukkan tingginya frekuensi insiden kapal, khususnya pada armada kapal penumpang dan kapal ferry Ro-Ro. BKI menegaskan sejumlah fokus pemeriksaan teknis, mulai dari integritas kekedapan air (rampdoor), kesesuaian gambar rancang bangun (General Arrangement), pengecekan markah lambung timbul (freeboard), sistem pompa ballast, hingga kesiapan sistem proteksi kebakaran di atas kapal (fire sprinkler, detektor asap, dan sistem CO₂).
Melengkapi aspek kelaiklautan teknis, Kepala Bidang Perkapalan dan Kepelautan KSOP Utama Makassar, Sadeli, menyoroti pentingnya kepatuhan pemenuhan sertifikasi kelaiklautan dan kelengkapan dokumen sebelum kapal diizinkan beroperasi, di mana setiap catatan hasil pemeriksaan Marine Inspector wajib dipenuhi tanpa kompromi anggaran. Ia juga menggarisbawahi perlunya menjembatani kesenjangan komunikasi antara manajemen darat dan awak kapal di laut, penguatan peran Designated Person Ashore (DPA), pelatihan awak yang rutin, serta akurasi manifes riil penumpang. Terkait keselamatan kapal barang, Sadeli menegaskan krusialnya kompetensi Mualim I yang berpengalaman dalam mengawasi penataan dan pengikatan muatan (lashing) demi meminimalkan potensi kecelakaan di laut.
Komitmen PT IKI (Persero) dalam Menjamin Kelaiklautan dan Stabilitas Kapal
Dalam forum tersebut, Sekretaris Perusahaan PT IKI (Persero), Rendra Jastika, menegaskan bahwa industri galangan kapal memegang peran krusial di hulu rantai keselamatan transportasi laut. Melalui fasilitas galangan yang mumpuni, PT IKI menerapkan prosedur pemeliharaan dan perbaikan (harkan) yang ketat dan terstandarisasi.
"Bagi PT IKI (Persero), keselamatan adalah prioritas tertinggi tanpa kompromi. Seluruh siklus perbaikan—mulai dari survei pra-docking, joint survey bersama BKI dan Marine Inspector KSOP, proses docking dan pengganjalan kapal yang memperhitungkan stabilitas presisi, hingga uji kelaikan sebelum undocking—dijalankan dengan standar mutu ketat. PT IKI terus memperkuat sinergi aktif dengan regulator dan operator agar setiap kapal yang kembali ke lintasan pelayaran benar-benar dalam kondisi prima dan andal," tegas Rendra Jastika.
PT IKI juga membuka ruang kolaborasi untuk pendampingan teknis (service running) dan pemeriksaan berkala sebelum kapal memasuki masa docking tahunan guna mencegah potensi keterlambatan operasional armada.
Isu Muatan Khusus (EV), Pengawasan Navigasi, dan Digitalisasi
Beberapa poin rekomendasi penting yang mengemuka dalam sesi diskusi antara lain:
- 1. Mitigasi Muatan Berbahaya & Mobil Listrik (Electric Vehicles / EV): Menanggapi risiko kebakaran baterai berbasis nikel (NMC) pada kendaraan listrik di atas kapal penyeberangan, para operator (DLU dan ASDP) bersama regulator sepakat mempercepat penyusunan SOP khusus penanganan dan penyediaan sarana pemadam darurat yang relevan.
3. Pengawasan Navigasi Elektronik: Distrik Navigasi Makassar menegaskan kewajiban pengaktifan Automatic Identification System (AIS) oleh kapal serta optimalisasi pemantauan pergerakan armada melalui aplikasi E-Motion dan layanan pemanduan Vessel Traffic Service (VTS/PTS) dalam radius 30 mil laut dari pelabuhan.
4. Peningkatan Konektivitas & Tanggap Darurat: Pemanfaatan fasilitas internet satelit untuk komunikasi darurat kapal dengan Basarnas dan pemanduan, serta latihan berkala (drilling exercise) lintas instansi sesuai mandat International Safety Management (ISM) Code.
Langkah Tindak Lanjut
Sebagai bentuk keberlanjutan hasil FGD, seluruh pemangku kepentingan sepakat membentuk forum komunikasi terpadu guna mempererat koordinasi operasional di lapangan, khususnya dalam memastikan kesiapan armada dan keselamatan penumpang menjelang periode puncak angkutan Natal dan Tahun Baru (Nataru).
Melalui inisiatif ini, PT IKI (Persero) bersama seluruh ekosistem maritim Sulawesi Selatan menegaskan komitmennya untuk terus mendukung terciptanya ekosistem pelayaran nasional yang aman, nyaman, dan berdaya saing tinggi menuju target Zero Accident.
Tentang PT Industri Kapal Indonesia (Persero):
PT Industri Kapal Indonesia (Persero) atau PT IKI merupakan Badan Usaha Milik Negara (BUMN) galangan kapal terbesar di kawasan timur Indonesia yang berpusat di Makassar, Sulawesi Selatan, dengan cabang di Bitung, Sulawesi Utara. PT IKI bergerak di bidang pembangunan kapal baru, pemeliharaan dan perbaikan kapal (ship repair & maintenance), serta rekayasa industri maritim dengan mengedepankan kualitas, kepatuhan regulasi keselamatan, dan ketepatan waktu.